Selasa, 16 Mei 2017

RPP SEJARAH INDONESIA SEMESTER V KURIKULUM 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  (RPP)
Sekolah                            : SMK
Mata Pelajaran                : Sejarah Indonesia
Bidang Keahlian              : Semua Bidang Keahlian
Program Keahlian           : Semua Program Keahlian
Kelas/Semester               : XII/ V (Gasal)
Alokasi Waktu                : 2 JP (1 x pertemuan)

A.  Kompetensi Inti
KI 3.Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dan metakognitif  dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4.Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta  dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B.  Kompetensi Dasar
KD pada KI-3                                                 
3.1              Mengevaluasi upaya bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa terutama dalam bentuk pergolakan dan pembrontakan (antara lain: PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta dan G 30 S/PKI).



KD pada KI-4
4.1 Merekonstruksi upaya bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa terutama dalam bentuk pergolakan dan pembrontakan (antara lain: PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta dan G 30 S/PKI) dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah.
C.  Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1.   Indikator KD pada KI-3
3.1.1. Menjelaskan konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara  tahun 1948-1965.
3.1.2. Menjelaskan konflik-konflik atas dasar ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara tahun 1948-1965.
3.1.3. Menelaah akibat yang menimbulkan oleh konflik atas dasar ideologi antara tahun 1948-1965.

2.     Indikator KD pada KI-4
4.1.1.Mampu mengolah informasi tentang konflik- konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara  tahun 1948-1965 dalam bentuk presentasi.
4.1.2.Mampu mengkontruksi tentang konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara  tahun 1948-1965dalam bentuk presentasi.
D.  TujuanPembelajaran
1.   Melalui kegiatan membaca dan berdiskusi peserta didik mampu menjelaskan konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara  tahun 1948-1965.
2.   Melalui kegiatan membaca dan berdiskusi peserta didik mampu menjelaskan tentang ideologi.
3.   Melalui kegiatan membaca dan berdiskusi peserta didik mampu memberikan contoh  konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara  tahun 1948-1965.
4.   Melalui kegiatan presentasi peserta didik mampu mengolah informasi tentang konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara  tahun 1948-1965.
5.   Mampu menyajikan dalam bentuk tulisan contoh  konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara  tahun 1948-1965.
E.  Materi Pembelajaran
1.     Pembrontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) Madiun
2.     Pembrontakan DI/TII
3.     Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI)
F.   Pendekatan, Model PBM dan Metode
Pendekatan             : Saintifik (Pendekatan keilmuan)
Model PBM           : Discovery Learning
Metode                   : Examples non Examples
G. KegiatanPembelajaran
Pertemuan 1
A. Kegiatan Awal


·       Guru mengkondisikan kelas, dan memulai pembelajaran dengan membaca do’a dan mengucapkan salam
·       Guru melakukan apersepsi
·       Guru memberi motivasi kepada peserta didik agar bersemangat dalam mengikuti pembelajaran
·       Mengaitkan materi sekarang dengan materi sebelumnya
·       Mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan peserta didik dengan materi yang akan dipelajari untuk memfokuskan dalam mengikuti pelajaran
·       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang digunakan
15 Menit
B. Kegiatan Inti
Stimulasi (Mengamati)
  • Guru menayangkan gambar tentang tokoh pembrontakan PKI Madiun, tokoh-tokoh pembrontakan DI/TII, dan berita Koran mengenai PKI menjelang terjadinya peristiwa G30S/PKI.
  • Peserta didik mengamati tayangan gambar.
  • Guru meminta peserta didik membaca buku  Sejarah Indonesia kelas XII dari halaman 11-22.
  • Peserta didik membaca buku Sejarah Indonesia kelas XII

Problem Statement (Menanya)
·       Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan tayangan gambar.
  • Peserta didik membuat pertanyaan yang belum jelas dari informasi yang diperoleh dari tayangan gambar tentang tokoh pembrontakan PKI Madiun, tokoh-tokoh pembrontakan DI/TII, dan berita Koran mengenai PKI menjelang terjadinya peristiwa G30S/PKI.
Data Collection (Mengumpulkan informasi)
·       Guru membentuk kelompok masing-masing 4 terdiri dari 4 orang untuk mendiskusikan secara acak salah satu gambar tersebut. Analisis bagaimana upaya pemerintah dalam menyelesaikan pergolakan atas dasar ideologi serta akibat yang timbul akibat konflik.
·       Peserta didik berdiskusi dengan materi yang berbeda, sesuai dengan tema kelompok masing-masing.
·       Peserta didik berusaha mencari sumber – sumber yang ada untuk memecahkan masalah dari pertanyaan yang menjadi bagian dalam kelompoknya dan menuliskan hasilnya dalam selembar kertas.
Verification (Mengasosiasikan)
  • Guru meminta tiap-tiap kelompok saling menukar pekerjaannya dan mengoreksi hasil diskusi kelompok lain tersebut. Jika ada koreksi diminta untuk menuliskannya dikertas itu.
  • Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil kerja kelompok lain yang mereka peroleh. Jika ada koreksi  dapat ditulis catatan pada kertas itu.
Generalization (Mengomunikasikan)
  • Guru  meminta peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
  • Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi
  • Kelompok yang tidak presentasi boleh mengajukan pertanyaan atau opini mereka dan akan ditanggapi oleh kelompok yang presentasi.
  • Guru memberikan tambahan dan penguatan dari jawaban kelompok yang presentasi
  • Kelompok yang presentasi memperbaiki hasil diskusinya sesuai dengan masukan dari guru
  • Peserta didik mengumpulkan hasil diskusinya.
60 Menit
C.Kegiatan Penutup
·       Guru memberikan ulasan singkat tentang kegiatan pembelajaran dan hasil belanjarnya mana yang sudah baik dan mana yang masih harus ditingkatkan.
·       Peserta didik dapat ditanyakan apakah sudah memahami materi tersebut.
·       Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian kompetensi peserta didik, keterampilan ataupun pengetahuan.
·       Sebagai refleksi , guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan tentang pelajaran yang baru saja berlangsung.
·       Peserta didik menjawab  pertanyaan (acak)  secara lisan untuk mendapatkan umpan balik atas pembelajaran yang baru saja dilakukan,
·       Memberikan tugas membaca  mengenai “konflik dan pergolakan yang terkait dengan kepentingan”.
15 Menit

H.  PenilaianPembelajaran, Remedial danPengayaan
1.   TeknikPenilaian
a.           Penilaian Pengetahuan (Kognitif) dengan menggunakan Tes Tulis  (Essay)
b.           Penilaian Keterampilan (Psikomotor) dengan menggunakan PPT dan presentasi
2.   Instrumen Penilaian
a.    Penilaian Kognitif



Soal Tertulis
1.   Uraikan tokoh pembrontak PKI Madiun!
2.   Jelaskan perbedaan alasan terjadinya pembrontakan DI/TII Jawa Barat dengan DI/TII di Aceh!
3.   Jelaskan mengapa Angkatan Darat khawatir atas usulan PKI agar petani dan buruh dipersenjatai!
4.   Jelaskan kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi pembrontakan PKI Madiun! Jelaskan pula akibat yang ditimbulkan oleh pembrontakan ini.
Kunci Jawaban Soal
1.   Muso merupakan tokoh pembrontak PKI Madiun. Setelah ia kembali dari Uni Soviet lalu datang ke Indonesia setelah Merdeka dan membentuk PKI baru di Madiun.
2.   a. Pembrontakan DI/TII Jawa Barat dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo. Pembrontakan DI/TII merupakan suatu usaha untuk mendirikan negara Islam di Indonesia.  Kemudian pada tanggal 7 Agustus 1949 Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (Nll). Dengan kembalinya pasukan TNI (Devisi Siliwangi) dari Yogyakarta merupakan ancaman bagi kelangsunga dan tercapainya cita-cita Kartosuwiryo. Oleh karena itu Devisi Siliwangi harus di hancurkan, lalu terjadilah bentrokan antara DI/TII Kartosuwiryo dan pasukan TNI.
b. Pembrontakan yang dilakukan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Daud Beureueh. Pada tanggal 20 September 1953 Daud Beureuh mengeluarkan maklumat tentang penyatuan Aceh ke dalam negara Islam Indonesia yang dipimpin oleh Kartosuwiryo. Lalu pemerintah mengadakan  dua pendekatan (persuasif dan operasi militer). Melalui pendekatan tersebut pemerintah berhasil mengembalikan kepercayaan rakyat dan keamanan rakyat aceh.
3.   PKI melemparkan isu adanya Dewan badan yang mempersiapkan perebutan kekuasaan dari Presiden Soekarno, Menurut Letnan Jendral Ahmad Yani, pembentukan angkatan kelima tidak efisien dan merugikan revolusi Indonesia.
4.   Pemerintah bersikap tegas, Presiden Soekarno memberikan pilihan kepada rakyat, ikut Muso dengan PKI-nya atau Ikut Soekarno-Hatta. Akibat yang ditimbulkan mereka melakukan penculikan dan pembunuhan enam Jendral.
Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai
  1. Nilai 4  : Jika sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan jawaban.
  2. Nilai 3 : Jika jawaban sesuai kunci jawaban
  3. Nilai 2 : Jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban
  4. Nilai 1 : Jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban
Contoh Pengolahan Nilai
IPK
No. Soal
Skor Penilaian 1
Nilai
1
1
4

Nilai perolehan KD pengetahuan : rerata dari nilai IPK 
(14/16)*100=87,5
2
2
3
3
3
3
4
4
4
Jumlah
14

b. Penilaian Ketrampilan
    Soal Penilaian Ketrampilan
Tugas  1 (TI)    : Buatlah hasil analisis dari diskusi kelompok kalian dalam sebuah narasi cerita sejarah sebagai bahan presentasi!
Tugas 2(T2) :Presentasikan hasil analisis kelompok kalian didepan      kelompok lain!
Tugas   3(T3)   : Kelompok lain memberikan pertanyaan dan tanggapan atas presentasi yang berlangsung tentang Konflik dan pergolakan yang berkait dengan ideologi!
Tugas 4(T4) :Presentasikan hasil analisis kelompok kalian didepan      kelompok lain!
Instrumen Penilaian Ketrampilan
KD 4.1.Merekonstruksi upaya bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa terutama dalam bentuk pergolakan dan pembrontakan (antara lain: PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta dan G 30 S/PKI) dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah.

IPK
Kategori
1
2
3
4
4.1.1.Mampu mengolah informasi tentang  konflik- konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara  tahun 1948-1965 dalam bentuk presentasi.


Terdapat > 2 kesalahan dari criteria berikut tepat dalam mengolah informasi tentang Konflik dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dan menyajikannya dalam bentuk narasi
Terdapat 2 kesalahan dari beberapa kriteria berikut tepat dalam mengolah informasi tentang Konflik dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dan menyajikannya dalam bentuk narasi
Ada 1 kesahalan untuk aspek berikut: tepat dalam menggunakan alat ukur, tepat dalam mengolah informasi tentang Konflik dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dan menyajikannya dalam bentuk narasi
Tepat dalam menggunakan alat ukur, tepat dalam mengolah informasi Konflik dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dan menyajikannya dalam bentuk narasi
4.1.2. Mampu mengkontruksi tentang konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara  tahun 1948-1965dalam bentuk presentasi.
Terdapat > 2 kesalahan dari kriteria berikut dalam mengkonstruksi Konflik dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dalam bentuk presentasi dan tulisan
Terdapat 2 kesalahan dari beberapa kriteria berikut dalam mengkonstruksi tentang Konflik dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dalam bentuk presentasi dan tulisan

Ada 1 kesalahan dalam mengkonstruksi tentang Konflik dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dalam bentuk presentasi dan tulisan
Tepat dalam mengkonstruksi tentang Konflik dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dalam bentuk presentasi dan tulisan


Keterangan:
-      Skor 4,3,2,1  sesuai kategori yang ditentukan. (lihat pada instrument penilaian)
-      Nilai ditentukan dari rata-rata setiap komponen penilaian
-      Catatan perbaikan diisi dengan komponen2 yang kurang pada setiap tugas
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
-      Soal Remedial
1. Uraikan  alasan tokoh PKI Madiun melakukan pembrontakan!
2. Jelaskan tokoh-tokoh pembrontakan DI/TII Jawa Tengah, dan Kalimatan Selatan! Akibat dari pembrontakan yang dilakukan!
3. Jelaskan mengapa Angkatan Darat khawatir atas usulan PKI agar petani dan buruh dipersenjatai!
-      Jawaban Soal Remedial
1. Muso melakukan pembrontakan karena jalan pikiran Muso tidak sesuai dengan jalannya revolusi.
2. Tokoh pembrontakan DI/TII Jawa Tengah Amir Fatah. Akibatnya dari pembrontakan tersebut gerakan DI/TII di Jawa Tengah menjadi masalah yang serius.  Sedangkan di Kalimantan Selatan Ibnu Hajar. Menyerang pos-pos TNI dan mengacau sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
3. Karena ideologi yang selalu bertentangan dan Angkatan Darat mengangap bahwa adanya Angkatan kelima tidak efisien serta keduanya saling bersaing antara Angkatan Darat dan PKI.
-      Remedial dilakukan untuk peserta didik yang tidak mencapai KKM, setelah ada evaluasi pembelajaran
-      Pengayaan diberikan bagi peserta didik yang capaiannya sudah melebihi KKM (materi diperdalam). Materi pengayaan diarahkan pada analisis konflik dan pergolakan yang berkait dengan Ideologi, khususnya sejarah lokal disekitar wilayah DIY.


I.    Media/alat, Bahan, dan SumberBelajar
1.   Media/Alat
-      Komputer/Laptop
-      LCD/Proyektor
-      Buku siswa
2.   Bahan
-      Materi pembelajaran KD 3.1 dan KD 4.1
3.   SumberBelajar
-      Guru
-      Buku siswa
-      Internet





Yogyakarta,             2017




_____________________








MATERI PEMBELAJARAN
Konflik dan Pergolakan yang berkait dengan Ideologi
A. Pembrontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) Madiun
   Selain Partai Indonesia (PNI), PKI merupakan partai politik pertama yang didirikan sesudah proklamasi. Meski demikian, PKI bukanlah partai baru, karena telah ada sejak zaman pergerakan nasional sebelum dibekukan oleh pemerintah Hindia Belanda akibat pembrontakan pada tahun 1926. Sejak merdeka sampai awal tahun 1948, PKI masih bersikap mendukung pemerintah, yang kebetulan memang dikuasai oleh golongan kiri. Namun ketika golongan kiri terlempar dari pemerintahan, PKI menjadi partai oposisi dan bergabung  dengan partai serta organisasi kiri lainnya dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang didirikan Amir Syarifuddin pada bulan Februari 1948. Pada awal September  1948 pimpinan PKI dipegang Muso. Ia membawa PKI ke dalam pembrontakan bersenjata yang dicetuskan di Madiun pada tanggal 18 September 1948.
B. Pembrontakan DI/TII
       Cikal bakal pembrontakan DI/TII yang meluas di beberapa wilayah Indonesia bermula dari sebuah gerakan di Jawa Barat yang dipimpin oleh S.M. Kartosuwiryo. Ia dulu adalah salah seorang tokoh Partai Serekat Islam Indonesia (PSII). Adalaha perjanjian Renville yang membuka peluang bagi Kartosuwiryo untuk lebih mendekatkan cita-cita lamanya untuk mendirikan negara Islam.
C. Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI)
1. Gerakan 30 September merupakan persoalan internal Angkatan Darat
(AD).Dikemukakan antara lain oleh Ben Anderson, W.F.Wertheim, dan Coen Hotsapel, teori ini menyatakan bahwa G30S hanyalah peristiwa yang timbul akibat adanya persoalan di kalangan AD sendiri. Hal ini misalnya didasarkan pada pernyataan pemimpin Gerakan, yaitu Letnan Kolonel Untung yang menyatakan bahwa para pemimpin AD hidup bermewahmewahan dan memperkaya diri sehingga mencemarkan nama baik AD.
2. Dalang Gerakan 30 September adalah Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA).
Teori ini berasal antara lain dari tulisan Peter Dale Scott atau Geoffrey Robinson. Menurut teori ini AS sangat khawatir Indonesia jatuh ke tangan komunis. PKI pada masa itu memang tengah kuat-kuatnya menanamkan pengaruh di Indonesia. Karena itu CIA kemudian bekerjasama dengan suatu kelompok dalam tubuh AD untuk memprovokasi PKI agar melakukan gerakan kudeta. Setelah itu, ganti PKI yang dihancurkan. Tujuan akhir skenario CIA ini adalah menjatuhkan kekuasaan Soekarno.
3. Gerakan 30 September merupakan pertemuan antara kepentingan
Inggris-AS.
Menurut teori ini G30S adalah titik temu antara keinginan Inggris yang ingin sikap konfrontatif Soekarno terhadap Malaysia bisa diakhiri melalui penggulingan kekuasaan Soekarno, dengan keinginan AS agar Indonesia terbebas dari komunisme. Dimasa itu, Soekarno memang tengah gencar melancarkan provokasi menyerang Malaysia yang dikatakannya sebagai negara boneka Inggris. Teori dikemukakan antara lain oleh Greg Poulgrain. Sejarah Indonesia 17
4. Soekarno adalah dalang Gerakan 30 September.
Teori yang dikemukakan antara lain oleh Anthony Dake dan John Hughes ini beranjak dari asumsi bahwa Soekarno berkeinginan melenyapkan kekuatan oposisi terhadap dirinya, yang berasal dari sebagian perwira tinggi AD. Karena PKI dekat dengan Soekarno, partai inipun terseret. Dasar teori ini antara lain berasal dari kesaksian Shri Biju Patnaik, seorang pilot asal India yang menjadi sahabat banyak pejabat Indonesia sejak masa revolusi. Ia mengatakan bahwa pada 30 September 1965 tengah malam Soekarno memintanya untuk meninggalkan Jakarta sebelum subuh.
5. Tidak ada pemeran tunggal dan skenario besar dalam peristiwa
Gerakan 30 September (teori chaos).
Dikemukakan antara lain oleh John D. Legge, teori ini menyatakan bahwa tidak ada dalang tunggal dan tidak ada skenario besar dalam G30S. Kejadian ini hanya merupakan hasil dari perpaduan antara, seperti yang disebut Soekarno : “unsur-unsur Nekolim (negara Barat), pimpinan PKI yang keblinger serta oknum-oknum ABRI yang tidak benar”. Semuanya pecah dalam improvisasi di lapangan.
6. Dalang Gerakan 30 September adalah PKI
Menurut teori ini tokoh-tokoh PKI adalah penanggungjawab peristiwa kudeta, dengan cara memperalat unsur-unsur tentara. Dasarnya adalah serangkaian kejadian dan aksi yang telah dilancarkan PKI antara tahun 1959-1965. Dasar lainnya adalah bahwa setelah G30S, beberapa perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri CC PKI sempat terjadi di Blitar Selatan, Grobogan, dan Klaten.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar