RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMK
Mata Pelajaran :
Sejarah Indonesia
Bidang Keahlian :
Semua Bidang Keahlian
Program Keahlian : Semua Program Keahlian
Kelas/Semester : XII/ V
(Gasal)
Alokasi Waktu :
2 JP
(1 x
pertemuan)
A.
Kompetensi Inti
KI 3.Memahami,
menerapkan, menganalisis dan
mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dan
metakognitif dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4.Mengolah,
menalar, menyaji dan mencipta dalam
ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.
B.
Kompetensi Dasar
KD pada KI-3
3.1 Mengevaluasi upaya bangsa Indonesia dalam
menghadapi ancaman disintegrasi bangsa terutama dalam bentuk pergolakan dan
pembrontakan (antara lain: PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI,
Permesta dan G 30 S/PKI).
KD pada KI-4
4.1
Merekonstruksi upaya bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi
bangsa terutama dalam bentuk pergolakan dan pembrontakan (antara lain: PKI
Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta dan G 30 S/PKI) dan
menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah.
C.
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1.
Indikator KD pada KI-3
3.1.1. Menjelaskan konflik-konflik atas
ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara tahun 1948-1965.
3.1.2. Menjelaskan konflik-konflik atas dasar
ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara tahun 1948-1965.
3.1.3. Menelaah akibat yang menimbulkan oleh
konflik atas dasar ideologi antara tahun 1948-1965.
2.
Indikator KD pada KI-4
4.1.1.Mampu mengolah informasi tentang
konflik- konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia
antara tahun 1948-1965 dalam bentuk
presentasi.
4.1.2.Mampu
mengkontruksi tentang konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di
Indonesia antara tahun 1948-1965dalam bentuk presentasi.
D.
TujuanPembelajaran
1. Melalui kegiatan membaca dan berdiskusi peserta didik
mampu menjelaskan konflik-konflik atas
ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara tahun 1948-1965.
2.
Melalui
kegiatan membaca dan berdiskusi peserta didik mampu menjelaskan tentang
ideologi.
3.
Melalui
kegiatan membaca dan berdiskusi peserta didik mampu memberikan contoh konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia
antara tahun 1948-1965.
4.
Melalui
kegiatan presentasi peserta didik mampu mengolah informasi tentang
konflik-konflik atas ideologi yang pernah
terjadi di Indonesia antara tahun
1948-1965.
5.
Mampu
menyajikan dalam bentuk tulisan contoh konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia
antara tahun 1948-1965.
E. Materi Pembelajaran
1.
Pembrontakan
PKI (Partai Komunis Indonesia) Madiun
2.
Pembrontakan
DI/TII
3.
Gerakan
30 September 1965 (G30S/PKI)
F.
Pendekatan, Model PBM dan Metode
Pendekatan : Saintifik (Pendekatan keilmuan)
Model PBM : Discovery Learning
Metode : Examples non Examples
G.
KegiatanPembelajaran
Pertemuan
1
|
A. Kegiatan Awal
|
·
Guru mengkondisikan kelas, dan memulai pembelajaran dengan membaca
do’a dan mengucapkan salam
·
Guru melakukan apersepsi
·
Guru memberi
motivasi kepada peserta didik agar bersemangat dalam mengikuti pembelajaran
·
Mengaitkan materi sekarang dengan materi
sebelumnya
·
Mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
peserta didik dengan materi yang akan dipelajari untuk memfokuskan dalam
mengikuti pelajaran
·
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang
digunakan
|
15 Menit
|
|
B. Kegiatan Inti
|
Stimulasi (Mengamati)
Problem Statement (Menanya)
·
Guru memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan tayangan gambar.
Data Collection (Mengumpulkan informasi)
·
Guru
membentuk kelompok
masing-masing 4 terdiri dari 4 orang untuk mendiskusikan secara acak salah
satu gambar tersebut. Analisis bagaimana upaya pemerintah dalam menyelesaikan
pergolakan atas dasar ideologi serta akibat yang timbul akibat konflik.
·
Peserta didik berdiskusi dengan materi yang berbeda,
sesuai dengan tema kelompok masing-masing.
·
Peserta didik berusaha mencari sumber – sumber yang ada
untuk memecahkan masalah dari pertanyaan yang menjadi bagian dalam
kelompoknya dan menuliskan hasilnya dalam selembar kertas.
Verification
(Mengasosiasikan)
Generalization
(Mengomunikasikan)
|
60 Menit
|
|
C.Kegiatan
Penutup
|
·
Guru memberikan ulasan singkat tentang kegiatan
pembelajaran dan hasil belanjarnya mana yang sudah baik dan mana yang masih
harus ditingkatkan.
·
Peserta didik dapat ditanyakan apakah sudah
memahami materi tersebut.
·
Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian kompetensi peserta didik, keterampilan ataupun pengetahuan.
·
Sebagai refleksi , guru membimbing peserta didik
untuk membuat kesimpulan tentang pelajaran yang baru saja berlangsung.
·
Peserta didik menjawab pertanyaan (acak) secara lisan untuk mendapatkan umpan balik
atas pembelajaran yang baru saja dilakukan,
·
Memberikan tugas membaca mengenai “konflik dan pergolakan yang
terkait dengan kepentingan”.
|
15 Menit
|
H.
PenilaianPembelajaran, Remedial danPengayaan
1. TeknikPenilaian
a.
Penilaian Pengetahuan
(Kognitif) dengan menggunakan Tes Tulis
(Essay)
b.
Penilaian Keterampilan
(Psikomotor) dengan menggunakan PPT dan presentasi
2. Instrumen Penilaian
a. Penilaian
Kognitif
Soal Tertulis
1.
Uraikan tokoh
pembrontak PKI Madiun!
2.
Jelaskan
perbedaan alasan terjadinya pembrontakan DI/TII Jawa Barat dengan DI/TII di
Aceh!
3.
Jelaskan
mengapa Angkatan Darat khawatir atas usulan PKI agar petani dan buruh
dipersenjatai!
4.
Jelaskan
kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi pembrontakan PKI Madiun!
Jelaskan pula akibat yang ditimbulkan oleh pembrontakan ini.
Kunci
Jawaban Soal
1.
Muso merupakan tokoh pembrontak PKI Madiun. Setelah ia kembali dari Uni
Soviet lalu datang ke Indonesia setelah Merdeka dan membentuk PKI baru di
Madiun.
2.
a. Pembrontakan DI/TII Jawa Barat dipimpin oleh Sekarmaji Marijan
Kartosuwiryo. Pembrontakan DI/TII merupakan suatu usaha untuk mendirikan negara
Islam di Indonesia. Kemudian pada
tanggal 7 Agustus 1949 Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam
Indonesia (Nll). Dengan kembalinya pasukan TNI (Devisi Siliwangi) dari
Yogyakarta merupakan ancaman bagi kelangsunga dan tercapainya cita-cita
Kartosuwiryo. Oleh karena itu Devisi Siliwangi harus di hancurkan, lalu terjadilah
bentrokan antara DI/TII Kartosuwiryo dan pasukan TNI.
b. Pembrontakan yang dilakukan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Daud
Beureueh. Pada tanggal 20 September 1953 Daud Beureuh mengeluarkan maklumat
tentang penyatuan Aceh ke dalam negara Islam Indonesia yang dipimpin oleh
Kartosuwiryo. Lalu pemerintah mengadakan
dua pendekatan (persuasif dan operasi militer). Melalui pendekatan
tersebut pemerintah berhasil mengembalikan kepercayaan rakyat dan keamanan
rakyat aceh.
3.
PKI melemparkan isu adanya Dewan badan yang mempersiapkan perebutan
kekuasaan dari Presiden Soekarno, Menurut Letnan Jendral Ahmad Yani,
pembentukan angkatan kelima tidak efisien dan merugikan revolusi Indonesia.
4.
Pemerintah bersikap tegas, Presiden Soekarno memberikan pilihan kepada
rakyat, ikut Muso dengan PKI-nya atau Ikut Soekarno-Hatta. Akibat yang
ditimbulkan mereka melakukan penculikan dan pembunuhan enam Jendral.
Penskoran
Jawaban dan Pengolahan Nilai
- Nilai 4 : Jika sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan jawaban.
- Nilai 3 : Jika jawaban sesuai kunci jawaban
- Nilai 2 : Jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban
- Nilai 1 : Jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban
Contoh
Pengolahan Nilai
|
IPK
|
No. Soal
|
Skor Penilaian 1
|
Nilai
|
|
1
|
1
|
4
|
Nilai perolehan KD pengetahuan : rerata dari nilai IPK
(14/16)*100=87,5
|
|
2
|
2
|
3
|
|
|
3
|
3
|
3
|
|
|
4
|
4
|
4
|
|
|
Jumlah
|
14
|
||
b. Penilaian Ketrampilan
Soal Penilaian Ketrampilan
Tugas 1 (TI) : Buatlah hasil
analisis dari diskusi kelompok kalian dalam sebuah narasi cerita sejarah sebagai bahan
presentasi!
Tugas 2(T2) :Presentasikan
hasil analisis kelompok kalian didepan kelompok lain!
Tugas 3(T3) : Kelompok
lain memberikan pertanyaan dan tanggapan atas presentasi yang berlangsung
tentang Konflik
dan pergolakan yang berkait dengan ideologi!
Tugas 4(T4) :Presentasikan
hasil analisis kelompok kalian didepan kelompok lain!
Instrumen
Penilaian Ketrampilan
KD 4.1.Merekonstruksi upaya bangsa
Indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa terutama dalam bentuk
pergolakan dan pembrontakan (antara lain: PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI,
Permesta dan G 30 S/PKI) dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah.
|
IPK
|
Kategori
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
|
4.1.1.Mampu
mengolah informasi tentang konflik-
konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi di Indonesia antara tahun 1948-1965 dalam bentuk presentasi.
|
Terdapat > 2 kesalahan dari criteria berikut tepat dalam mengolah informasi tentang Konflik
dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dan menyajikannya dalam bentuk
narasi
|
Terdapat
2 kesalahan dari beberapa kriteria berikut tepat dalam mengolah informasi tentang Konflik
dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dan menyajikannya dalam bentuk narasi
|
Ada 1 kesahalan untuk aspek berikut: tepat dalam menggunakan alat
ukur, tepat dalam mengolah
informasi tentang Konflik dan pergolakan yang berkait
dengan ideologi dan
menyajikannya dalam bentuk narasi
|
Tepat
dalam menggunakan alat ukur, tepat dalam mengolah informasi Konflik dan
pergolakan yang berkait dengan ideologi dan menyajikannya dalam bentuk narasi
|
|
4.1.2.
Mampu mengkontruksi tentang konflik-konflik atas ideologi yang pernah terjadi
di Indonesia antara tahun 1948-1965dalam bentuk presentasi.
|
Terdapat
> 2 kesalahan dari kriteria berikut dalam mengkonstruksi Konflik
dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dalam bentuk
presentasi dan tulisan
|
Terdapat
2 kesalahan dari beberapa kriteria berikut dalam mengkonstruksi tentang Konflik
dan pergolakan yang berkait dengan ideologi dalam bentuk
presentasi dan tulisan
|
Ada 1
kesalahan dalam mengkonstruksi tentang Konflik dan
pergolakan yang berkait dengan ideologi dalam bentuk presentasi dan tulisan
|
Tepat
dalam mengkonstruksi tentang Konflik dan
pergolakan yang berkait dengan ideologi dalam bentuk presentasi dan tulisan
|
Keterangan:
-
Skor 4,3,2,1
sesuai kategori yang ditentukan. (lihat pada instrument
penilaian)
-
Nilai ditentukan dari rata-rata setiap komponen penilaian
-
Catatan perbaikan diisi dengan komponen2 yang
kurang pada setiap tugas
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
-
Soal Remedial
1. Uraikan
alasan tokoh PKI Madiun melakukan pembrontakan!
2. Jelaskan tokoh-tokoh pembrontakan DI/TII
Jawa Tengah, dan Kalimatan Selatan! Akibat dari pembrontakan yang dilakukan!
3. Jelaskan mengapa Angkatan Darat khawatir atas usulan PKI agar petani dan
buruh dipersenjatai!
- Jawaban
Soal Remedial
1. Muso melakukan pembrontakan karena jalan
pikiran Muso tidak sesuai dengan jalannya revolusi.
2. Tokoh pembrontakan DI/TII Jawa Tengah Amir
Fatah. Akibatnya dari pembrontakan tersebut gerakan DI/TII di Jawa Tengah menjadi
masalah yang serius. Sedangkan di
Kalimantan Selatan Ibnu Hajar. Menyerang pos-pos TNI dan mengacau sejumlah
wilayah di Kalimantan Selatan.
3. Karena ideologi yang selalu bertentangan
dan Angkatan Darat mengangap bahwa adanya Angkatan kelima tidak efisien serta
keduanya saling bersaing antara Angkatan Darat dan PKI.
-
Remedial dilakukan untuk peserta didik yang tidak mencapai KKM, setelah ada evaluasi pembelajaran
-
Pengayaan diberikan bagi peserta didik yang
capaiannya sudah melebihi KKM (materi
diperdalam). Materi pengayaan diarahkan pada analisis konflik
dan pergolakan yang berkait dengan Ideologi,
khususnya sejarah lokal disekitar wilayah DIY.
I. Media/alat,
Bahan, dan SumberBelajar
1.
Media/Alat
-
Komputer/Laptop
-
LCD/Proyektor
-
Buku
siswa
2.
Bahan
-
Materi
pembelajaran KD 3.1 dan KD 4.1
3.
SumberBelajar
-
Guru
-
Buku siswa
-
Internet
|
|
Yogyakarta, 2017
_____________________
|
|
|
|
MATERI PEMBELAJARAN
Konflik dan Pergolakan yang berkait dengan Ideologi
A. Pembrontakan PKI (Partai Komunis Indonesia)
Madiun
Selain
Partai Indonesia (PNI), PKI merupakan partai politik pertama yang didirikan
sesudah proklamasi. Meski demikian, PKI bukanlah partai baru, karena telah ada
sejak zaman pergerakan nasional sebelum dibekukan oleh pemerintah Hindia
Belanda akibat pembrontakan pada tahun 1926. Sejak merdeka sampai awal tahun
1948, PKI masih bersikap mendukung pemerintah, yang kebetulan memang dikuasai
oleh golongan kiri. Namun ketika golongan kiri terlempar dari pemerintahan, PKI
menjadi partai oposisi dan bergabung
dengan partai serta organisasi kiri lainnya dalam Front Demokrasi Rakyat
(FDR) yang didirikan Amir Syarifuddin pada bulan Februari 1948. Pada awal
September 1948 pimpinan PKI dipegang
Muso. Ia membawa PKI ke dalam pembrontakan bersenjata yang dicetuskan di Madiun
pada tanggal 18 September 1948.
B. Pembrontakan DI/TII
Cikal bakal pembrontakan DI/TII yang meluas di beberapa
wilayah Indonesia bermula dari sebuah gerakan di Jawa Barat yang dipimpin oleh
S.M. Kartosuwiryo. Ia dulu adalah salah seorang tokoh Partai Serekat Islam
Indonesia (PSII). Adalaha perjanjian Renville yang membuka peluang bagi
Kartosuwiryo untuk lebih mendekatkan cita-cita lamanya untuk mendirikan negara
Islam.
C. Gerakan 30 September
1965 (G30S/PKI)
1. Gerakan 30 September
merupakan persoalan internal Angkatan Darat
(AD).Dikemukakan
antara lain oleh Ben Anderson, W.F.Wertheim, dan Coen Hotsapel, teori ini
menyatakan bahwa G30S hanyalah peristiwa yang timbul akibat adanya persoalan di
kalangan AD sendiri. Hal ini misalnya didasarkan pada pernyataan pemimpin
Gerakan, yaitu Letnan Kolonel Untung yang menyatakan bahwa para pemimpin AD
hidup bermewahmewahan dan memperkaya diri sehingga mencemarkan nama baik AD.
2. Dalang Gerakan 30 September adalah Dinas
Intelijen Amerika Serikat (CIA).
Teori
ini berasal antara lain dari tulisan Peter Dale Scott atau Geoffrey Robinson.
Menurut teori ini AS sangat khawatir Indonesia jatuh ke tangan komunis. PKI
pada masa itu memang tengah kuat-kuatnya menanamkan pengaruh di Indonesia.
Karena itu CIA kemudian bekerjasama dengan suatu kelompok dalam tubuh AD untuk
memprovokasi PKI agar melakukan gerakan kudeta. Setelah itu, ganti PKI yang
dihancurkan. Tujuan akhir skenario CIA ini adalah menjatuhkan kekuasaan
Soekarno.
3.
Gerakan 30 September merupakan pertemuan antara kepentingan
Inggris-AS.
Menurut
teori ini G30S adalah titik temu antara keinginan Inggris yang ingin sikap
konfrontatif Soekarno terhadap Malaysia bisa diakhiri melalui penggulingan
kekuasaan Soekarno, dengan keinginan AS agar Indonesia terbebas dari komunisme.
Dimasa itu, Soekarno memang tengah gencar melancarkan provokasi menyerang
Malaysia yang dikatakannya sebagai negara boneka Inggris. Teori dikemukakan antara
lain oleh Greg Poulgrain. Sejarah Indonesia 17
4.
Soekarno adalah dalang Gerakan 30 September.
Teori
yang dikemukakan antara lain oleh Anthony Dake dan John Hughes ini beranjak
dari asumsi bahwa Soekarno berkeinginan melenyapkan kekuatan oposisi terhadap
dirinya, yang berasal dari sebagian perwira tinggi AD. Karena PKI dekat dengan
Soekarno, partai inipun terseret. Dasar teori ini antara lain berasal dari
kesaksian Shri Biju Patnaik, seorang pilot asal India yang menjadi sahabat
banyak pejabat Indonesia sejak masa revolusi. Ia mengatakan bahwa pada 30
September 1965 tengah malam Soekarno memintanya untuk meninggalkan Jakarta
sebelum subuh.
5. Tidak ada pemeran tunggal dan skenario besar
dalam peristiwa
Gerakan
30 September (teori chaos).
Dikemukakan
antara lain oleh John D. Legge, teori ini menyatakan bahwa tidak ada dalang
tunggal dan tidak ada skenario besar dalam G30S. Kejadian ini hanya merupakan
hasil dari perpaduan antara, seperti yang disebut Soekarno : “unsur-unsur
Nekolim (negara Barat), pimpinan PKI yang keblinger serta oknum-oknum ABRI yang
tidak benar”. Semuanya pecah dalam improvisasi di lapangan.
6. Dalang Gerakan 30
September adalah PKI
Menurut
teori ini tokoh-tokoh PKI adalah penanggungjawab peristiwa kudeta, dengan cara
memperalat unsur-unsur tentara. Dasarnya adalah serangkaian kejadian dan aksi
yang telah dilancarkan PKI antara tahun 1959-1965. Dasar lainnya adalah bahwa
setelah G30S, beberapa perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok yang
menamakan diri CC PKI sempat terjadi di Blitar Selatan, Grobogan, dan Klaten.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar